Switch Mode

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man (Chapter 54)

Kejadian Tak Terduga

Nilai akademik He Yang sebenarnya cukup baik, tetapi kemiskinan keluarganya memaksanya putus sekolah setelah ibu dan kakaknya mengalami kecelakaan.

Li Guangbin ingin membantu, tetapi tidak berdaya. Namun, He Yang adalah pribadi yang tangguh. Setelah putus sekolah, dia meminta bantuan Li Guangbin untuk menjadi pemandu wisata di biro perjalanan keluarganya—tujuannya mencari uang demi merawat kakaknya.

Awalnya, orang tua Li Guangbin menolak karena menganggap He Yang pembawa sial. Tapi setelah dipaksa oleh anaknya, mereka akhirnya mengizinkan.

He Yang bekerja sebagai pemandu lokal selama dua-tiga tahun, hingga akhirnya bertemu seseorang yang dia kira bisa diandalkan seumur hidup—sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman dalam keadaan seperti sekarang.

Sebagai orang dewasa, Li Guangbin bisa merasakan bahwa He Yang menyimpan banyak beban, mungkin terkait mantan suaminya.

“Guangbin, terima kasih.”

“Ah, untuk apa ucapan terima kasih itu? Kita kan teman lama. Kalau butuh bantuan, bilang saja. Aku pasti akan membantumu semampuku.”

“Aku ingin mulai kerja besok, boleh?”

“Boleh. Tapi kenapa buru-buru? Bukankah kamu baru saja pulang…”

“Aku butuh uang.”

Dia butuh banyak uang untuk masa depannya dan anaknya.

Memandu turis kelompok atau perorangan bukan hal baru bagi He Yang. Tapi untuk tur keluar kota, dia sempat ragu—takut kondisi fisiknya tidak kuat.

Namun, setelah seorang klien kaya memberi tip 10.000 yuan, He Yang memutuskan untuk menerima tawaran itu.

Jiangnan terletak di selatan Tiongkok. Di musim dingin, meski udara dingin, pemandangannya tetap memesona—sehingga banyak wisatawan dari utara yang berkunjung.

Perjalanan dimulai pukul enam pagi, mengikuti rute wisata yang sudah ditentukan, dengan destinasi terakhir di Yangzhou—kota yang dijuluki “Sumber Keindahan Jiangnan”.

Setelah tiba, He Yang mengajak Klien Jin menginap di hotel untuk beristirahat sebelum melanjutkan tur keesokan harinya.

Klien Jin—seorang pria khas timur laut, tinggi besar, pecinta minuman keras dan judi—sangat bersemangat mengajak He Yang makan malam.

He Yang awalnya menolak, tapi akhirnya terpaksa menerima.

Di meja makan, Klien Jin memergoki He Yang tidak minum alkohol.

“Xiao He, kenapa tidak minum? Tidak menghargai aku?”

“Maaf, Tuan Jin. Saya alergi alkohol. Saya minum teh saja sebagai penghormatan.”

Klien Jin tidak bisa memaksa, tapi diam-diam kesal.

Keesokan harinya, He Yang memandu Klien Jin mengunjungi berbagai objek wisata dan membeli oleh-oleh khas setempat.

Klien Jin sedang liburan sendirian setelah bertengkar dengan istrinya. Tanpa disangka, dia bertemu dengan “kecantikan” seperti He Yang—meski laki-laki, tapi rupanya sangat memikat. Nafsu Klien Jin mulai tergoda.

Setelah seharian berkeliling, Klien Jin mengajak He Yang ke tempat pijat terkenal. He Yang menolak halus dan kembali ke hotel lebih awal.

Begitu merebahkan diri, dia langsung tertidur lelap.

Tok-tok-tok!

Suara ketukan keras membangunkannya.

Di depan pintu berdiri Klien Jin yang mabuk, tersenyum menggoda.

“Xiao He, mari kita tidur bersama. Aku kesepian…”

He Yang langsung tersadar. “Keramahan” Klien Jin selama ini ternyata bermaksud lain.

Dia segera mendorong Klien Jin dan mengambil ponsel untuk merekam percakapan. Klien Jin, dalam keadaan mabuk, mengeluarkan dua ikat uang tunai.

“Temani aku semalam dan uang ini akan menjadi milikmu.”

“Bukankah kamu membutuhkan uang? Kalau kurang, bisa kutambah jadi 100.000 yuan!”

Klien Jin—penguasa lokal di timur laut—biasa bermain dengan wanita, tapi ini pertama kalinya dia tergoda pada seorang pria yang cantik seperti He Yang.

Dalam keadaan mabuk, nafsunya semakin menjadi. Dia mencoba memeluk He Yang, tapi digagalkan.

He Yang langsung kabur ke lobi hotel, meminta bantuan staf untuk mengakses rekaman CCTV dan mencegah Klien Jin mendekat.

Pagi harinya, Klien Jin yang sudah sadar menyadari kesalahannya.

Dengan dingin, He Yang berkata:

“Tuan Jin, apapun alasannya, tindakan Anda tadi sudah melanggar hukum. Ada rekaman dan bukti. Berikan fee pemandu saya, atau kita selesaikan di kepolisian.”

Klien Jin akhirnya menyerah dan membayar 10.000 yuan.

Begitu keluar dari hotel, kaki He Yang masih gemetar.

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man

離婚後成了豪門大佬的小心肝
Status: Ongoing Type: Author: Released: 2022 Native Language: China
【CEO Dominan dan Licik (Gong) VS Istri Manis dan Lembut (Shou)】 Hubungan pernikahan He Yang dan Lu Tingfeng berada di ambang kehancuran. Lu Tingfeng tidak mencintainya, karena hatinya sudah diisi oleh “cahaya bulan putih” (cinta sejatinya yang sempurna) yang tak tergantikan. He Yang telah berusaha ribuan kali, tapi tetap tidak bisa membuat Lu Tingfeng jatuh cinta padanya. Dengan tubuh yang penuh luka, He Yang berlutut di hadapan Lu Tingfeng dan berkata: "Aku tidak menginginkan apa pun lagi, kumohon lepaskan aku. Aku akan pergi sejauh mungkin dan tidak akan mengganggumu lagi." ...Tiga tahun kemudian, He Yang kembali ke Beijing dengan seorang anak berusia tiga tahun. Lu Tingfeng, yang kini seperti orang gila, terus mengejarnya dan memohon maaf: "Baobei, aku salah, kamu boleh marah atau memukulku, asalkan kamu bahagia." "Baobei, ini kartu kreditku, ini PIN-nya, ini kunci mobilnya. Semua milikku adalah milikmu." "Baobei, aku sudah tidur di sofa selama sebulan, bolehkah malam ini tidur di ranjang bersamamu?" "Baobei, bolehkah kita negosiasi soal uang jajan? Bolehkah aku minta dinaikkan sedikit?"   Catatan:
  • Awal cerita sedikit angst, tapi manisnya luar biasa di akhir!
  • 1V1, keduanya setia (double cleanliness), ada unsur mpreg (kelahian anak oleh pasangan pria).
  • Pasangan pendukung (side CP) juga memiliki cerita yang sangat manis! 

Comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!

Options

not work with dark mode
Reset