Switch Mode

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man (Chapter 52)

Pulang ke Rumah (Bag. 2)

Zhou Ruixi menemani adik-adiknya bermain di halaman luar.

Sementara itu, Nenek Panti sedang membereskan tempat tidur di dalam kamar. Awalnya, He Yang berencana kembali ke rumah lamanya, tetapi Nenek Panti mengingatkan bahwa rumah itu sudah lama tidak ditinggali dan butuh waktu lama untuk membersihkannya sebelum bisa ditinggali kembali. Karena hari sudah larut, Nenek menyarankan agar He Yang tidak repot-repot pulang dan menginap di panti malam ini.

Kepulangan He Yang untuk tinggal dalam waktu lama membuat Nenek Panti memahami situasinya. Dia memang punya banyak pertanyaan, tetapi jika anak muda itu tidak mau bercerita, Nenek juga tidak akan memaksa.

“Nek, aku hamil.”

Tangan Nenek Panti yang sedang merapikan selimut berhenti di udara. Dia menarik He Yang untuk duduk di tepi tempat tidur, tak percaya. “Hamil? Sudah berapa bulan?”

“Tiga bulan.”

“Ayahnya?”

“Aku pulang ke sini karena ingin menetap di kampung halaman. Tidak ada perasaan antara kami, dia tidak tahu aku hamil, dan dia juga tidak akan menginginkan anak ini.”

“Nak, kalau saja anak yang kamu kandung dua tahun lalu lahir, sekarang pasti sudah berusia dua tahun. Nenek sedih melihatmu seperti ini. Tapi perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Bagaimana rencanamu dengan anak ini nanti?”

Nenek Panti telah melihat He Yang tumbuh besar. Anak yang baik seperti dia, dulu menikah seharusnya menjadi akhir yang bahagia, tetapi ternyata takdir berkata lain. Sungguh anak yang malang!

“Nek, jangan khawatir. Aku masih punya tabungan, dan nanti aku akan bekerja lagi. Semuanya akan membaik.”

Semoga saja!

Nenek Panti bernama Zhang Hongcui, asli Jiangnan. Di masa mudanya, keluarganya kaya dan terpelajar, tetapi Nenek justru memilih jalan yang tidak biasa—dia lebih suka kebebasan dan kabur bersama kekasihnya ke luar negeri. Konon, bisnis mereka sukses, dan kehidupan rumah tangganya harmonis. Namun, suatu kecelakaan mengubah segalanya. Semua tabungan habis untuk pengobatan, tetapi suami dan satu-satunya anaknya tidak tertolong. Patah hati, Nenek akhirnya kembali ke Tiongkok setelah mendengar orang tuanya juga meninggal.

Dengan warisan yang tidak besar dari orang tuanya, Nenek mendirikan panti asuhan. Pemerintah setempat mendukung penuh usahanya.

Mungkin karena masa muda yang bergejolak, atau karena kehilangan orang-orang tercinta, Nenek memutuskan untuk mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anak yatim piatu yang polos dan lugu.

He Yang bukan anak yatim, tetapi hidupnya sama sulitnya. Sejak kecil, tubuhnya yang interseks membuat ayahnya menelantarkannya dan mengusir ibu serta kakak perempuannya. Setelah bercerai, ibu He Yang membawa mereka kembali ke kota kecil ini, membeli sebuah rumah sederhana. Ibu He Yang bekerja keras, membiayai sekolah kakaknya sampai kuliah dan He Yang sampai SMA. Ketika semuanya tampak membaik, ibu He Yang tewas dalam kecelakaan, sementara kakak perempuannya menjadi vegetatif hingga sekarang.

He Yang adalah anak yang optimis. Dia tahu hidupnya sulit, tetapi tidak pernah mengeluh atau menyerah pada takdir. Setelah putus sekolah, dia bekerja sebagai pemandu wisata bersama teman SMA-nya.

Karena penampilannya yang menawan, ramah, dan pandai berbicara, banyak wisatawan yang memintanya sebagai pemandu. Perlahan-lahan, penghasilannya cukup untuk biaya hidup dan perawatan kakaknya.

Hingga suatu hari, dia bertemu Lu Tingfeng. Kakek Lu Tingfeng memberinya lima juta yuan, dan dengan uang itu, He Yang akhirnya bisa membayar biaya rumah sakit untuk kakaknya serta mempekerjakan perawat.

Ketika Lu Tingfeng melamarnya, He Yang sangat bahagia dan memberitahu Nenek Panti serta kakaknya—meskipun kakaknya tidak sadarkan diri.

Saat itu, Nenek sempat bertemu dengan pria yang dicintai He Yang. Pria itu tampan dan berwibawa, tetapi sebagai orang yang berpengalaman, Nenek bisa melihat bahwa pria itu tidak mencintai He Yang.

Dia tidak bisa menghentikan seseorang yang sudah jatuh cinta. Dia hanya bisa berdoa agar He Yang tidak lagi menderita.

Sekarang, He Yang kembali—dengan luka hati dan seorang bayi dalam kandungan.

Nenek Panti sedih, tetapi tidak bisa berbuat banyak.

Keesokan paginya, Nenek pergi ke kuil terdekat untuk mendoakan He Yang.

Saat ini, ada lebih dari sepuluh anak di panti asuhan. Yang paling besar berusia belasan tahun, sementara yang termuda baru dua atau tiga tahun. Mereka adalah anak-anak yang ditelantarkan orang tuanya—entah karena kemiskinan, hubungan terlarang, atau cacat fisik.

Mereka haus akan kasih sayang, rapuh, tetapi juga polos dan baik hati. Hanya dengan memberi mereka banyak cinta, mereka bisa percaya bahwa dunia ini masih indah.

Rumah He Yang dekat dengan panti asuhan. Sejak kecil, dia sering bermain dengan anak-anak di sana, dan mereka sangat menyayanginya, selalu memanggilnya “Gege” dengan suara manis.

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man

After The Divorce, He Became The Sweetheart Of A Wealthy Man

離婚後成了豪門大佬的小心肝
Status: Ongoing Type: Author: Released: 2022 Native Language: China
【CEO Dominan dan Licik (Gong) VS Istri Manis dan Lembut (Shou)】 Hubungan pernikahan He Yang dan Lu Tingfeng berada di ambang kehancuran. Lu Tingfeng tidak mencintainya, karena hatinya sudah diisi oleh “cahaya bulan putih” (cinta sejatinya yang sempurna) yang tak tergantikan. He Yang telah berusaha ribuan kali, tapi tetap tidak bisa membuat Lu Tingfeng jatuh cinta padanya. Dengan tubuh yang penuh luka, He Yang berlutut di hadapan Lu Tingfeng dan berkata: "Aku tidak menginginkan apa pun lagi, kumohon lepaskan aku. Aku akan pergi sejauh mungkin dan tidak akan mengganggumu lagi." ...Tiga tahun kemudian, He Yang kembali ke Beijing dengan seorang anak berusia tiga tahun. Lu Tingfeng, yang kini seperti orang gila, terus mengejarnya dan memohon maaf: "Baobei, aku salah, kamu boleh marah atau memukulku, asalkan kamu bahagia." "Baobei, ini kartu kreditku, ini PIN-nya, ini kunci mobilnya. Semua milikku adalah milikmu." "Baobei, aku sudah tidur di sofa selama sebulan, bolehkah malam ini tidur di ranjang bersamamu?" "Baobei, bolehkah kita negosiasi soal uang jajan? Bolehkah aku minta dinaikkan sedikit?"   Catatan:
  • Awal cerita sedikit angst, tapi manisnya luar biasa di akhir!
  • 1V1, keduanya setia (double cleanliness), ada unsur mpreg (kelahian anak oleh pasangan pria).
  • Pasangan pendukung (side CP) juga memiliki cerita yang sangat manis! 

Comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!

Options

not work with dark mode
Reset